jajanan_bango.jpg

Bandung, Kompas - Bandung terpilih sebagai kota pertama tempat diselenggarakannya Festival Jajanan Bango 2007, bertempat di Lapangan Gasibu, Sabtu (3/3). Acara yang digelar selama 11 jam, sejak pukul 11.00 hingga 22.00, itu bertujuan melestarikan warisan kuliner. Senior Brand Manager Kecap Bango Heru Prabowo, mengatakan, festival kali ini mengambil tema "Aneka Makanan Tradisional Nusantara". Selanjutnya di kota-kota lain juga akan diselenggarakan acara yang sama, yaitu Surabaya, Jakarta, Medan, dan Makassar. Acara di Surabaya akan dilaksanakan 5 Mei, Jakarta 30 Juni dan 1 Juli, Medan 1 dan 2 September, serta Makassar 1 Desember. Festival serupa pernah digelar di Bandung tahun 2005 dan menjadi upaya penjaja makanan untuk menambah pelanggan dan mengembangkan usahanya. Pada festival tahun ini terdapat dari 43 penjajan makanan yang menyajikan aneka hidangan tradisional. Setiap penjaja makanan akan menyiapkan 1000 porsi. Selain itu, tersedia aneka jajanan pasar serta bar yang menyediakan minuman tradisional dan teh Sariwangi. Makanan dan minuman yang dijual antara lain batagor, es cendol, mi kocok, sate, nasi goreng, soto bandung, serabi, siomay dan es goyobod. Dalam acara ini, ditampilkan pula bermacam kesenian tradisional, seperti jaipong, debus, parodi operet Lutung Kasarung, dan berbagai kuis dan permainan. Kecap Bango memiliki misi untuk melestarikan berbagai makanan tradisional di Tanah Air. Hal itu dirasakan penting karena makanan adalah salah satu bagian dari budaya. Beberapa penjaja yang ikut berpartisipasi antara lain pedagang Bubur Ayam Mang Oyo, Sate Kardjan, Sate Hadori, Warung Lela, Batagor Riri, Gado-gado Teuku Angkasa, dan Kantin Sakinah. Masyarakat tampak antre dan antusias untuk masuk ke lapangan Gasibu.

Sumber:

Kompas, Minggu, 4 Maret 2007 Hal. 3