published 26 May 2008 - 03:38 - Judith

Setelah molor selama hampir sepuluh hari, Surabayafood.com menanyangkan laporan pandangan mata dari Festival Jajanan Bango 2008. But better late than never, isn"t it?

Sabtu tanggal 10 Mei 2008 jam 11 siang digelar Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya. Spesialnya apa? Selain untuk menyambut ulang tahun kecap Bango yang ke-80, Festival tahun ini juga diadakan di bulan Mei dimana kota Surabaya juga sedang merayakan hari jadinya yang ke 715. Brand Bango sendiri identik dengan dedikasinya dalam melestarikan warisan kuliner nusantara yang beraneka ragam.

Sampai di Lapangan Brawijaya jam 11 siang, dari jauh sudah terlihat pucuk-pucuk tenda. Lapangan selebar itu dikelilingi tenda-tenda yang menyajikan 80 jajanan dan hidangan warisan kuliner khas Suroboyoan ditambah dengan 8 duta Bango dari 8 kota, yaitu Ketoprak Ciragil (Jakarta), Nasi Bug Trunojoyo (Malang), Gudeg RM Adem Ayem (Yogyakarta) , Tengkleng Bu Edi (Solo), Kupat Tahu Gempol (Bandung), Soto Udang RM Rinaldy (Medan), Tutug Oncom Saung Kiray (Bogor), Coto Daeng Muchtar (Makassar), dan Rawon Dengkul Nguling (Surabaya).

Agenda pertama keliling lapangan dulu, melihat macam-macam stand yang ada. Memang sudah banyak yang dikenal seperti Bebek Cak Yudi dengan sambal khas-nya, Rawon Setan Bu Sup, Soto Ayam Pak Djayus, Soto Madura Wawan dan Ayam Goreng Bu Cokro.

Tekad kami hari ini adalah keluar dari kebiasaan lama untuk mencoba hal-hal baru. Unfortunately, matahari siang bolong dan cuaca yang panas membuat selera makan sempat hilang! Emy, temen seperjuangan dari Surabayafood.com juga cukup bingung menentukan pilihan. Akhirnya setelah keliling lapangan tiga kali kami memutuskan untuk memulai dengan sesuatu yang ringan di stand Rujak Soto asli Banyuwangi. Nah lho, gimana tuh modelnya. Untungnya stand masih relatif sepi jadi kami masih bisa nanya-nanya ke Ce Erma, sang empunya stand. Ternyata Rujak Soto adalah Rujak yang disiram kuah soto. Tapi jangan dibayangin rujak manis isi buah yg disiram kuah soto. Rujak yang dimaksud disini berupa potongan tahu, tempe, kangkung dan lontong dengan bumbu khas rujak yang berpetis. So far so good. Kita nyobain satu porsi dibagi dua. Rasanya boleh juga kok. Something unique indeed.

Perut-perut yang udah terangsang Rujak Soto mengirim signal ke mata untuk mulai jelalatan mencari lagi. Di stand paling pojok depan sebelah pintu masuk ada Bebek Cak Yudi dan Sate Buntel Karmen 29. Berhubung kita ingin sesuatu yang lain maka kami mengantri manis menunggu Sate Buntel matang. Ternyata pas tiba giliran dengan polosnya sang penjual bilang "Abis mbak!" Yaelah! Tapi untungnya selang beberapa saat kemudian persediaan Sate Buntel Karmen 29 sudah ada kembali, sehingga kita toh masih bisa mencoba rasa sate yang terbuat dari daging kambing cincang yang dibuntel dengan lemak tipis ini. Soal rasa? Buat penggemar kambing suatu keharusan. Jangan pikirkan masalah kolestrol dan tekanan darah waktu menikmati hidangan ini.

Selain stand-stand makanan "berat", tersedia juga stand Jajan Pasar Pasar Blauran yang menyediakan beragam jenis jajan pasar, bubur madura serta dawet. Untuk orang yang suka "njajan" acara ini memang harus diakui adalah sebuah surga dunia.

Belum puas keliling dan mencoba nyamikan-nyamikan yang ada, malamnya balik lagi. Suasananya masih tetep ramai. Sayangnya banyak stand-stand yang sudah tutup. Sesuatu yang unik untungnya masih bisa dicoba di Stand Soto Udang dan Lontong Medan Rinaldy. Udang yang sudah digoreng kering disiram dengan kuah bersantan, disajikan dengan lontong. Soal rasa sebenarnya cukup enak, sayangnya kuah tidak dihangatkan terlebih dulu, jadi agak illfil aja makan kuah bersantan yang dingin. Dan dengan harga 25.000 rupiah bisa dibilang yang termahal di ajang ini.

Overall, cukup memuaskan-lah Festival Jajanan Bango ini. Disini tersedia kesempatan untuk mencoba macam-macam hidangan yang biasanya tidak bisa dicoba satu persatu karena alasan waktu. Sayangnya cuaca siang hari kurang bersahabat dengan selera makan sehingga tidak semua hidangan dapat ternikmati. Tapi mungkin itu dapat menjadi suatu alasan untuk selalu menunggu datangnya Festival Jajanan Bango tiap tahunnya. Dan dengan melihat banyaknya peserta (dan mungkin bisa lebih banyak lagi tiap tahunnya) mungkin lebih mantap kalo event ini dapat diperpanjang "jam tayangnya".

www.surabayafood.com